kuliner blog

Monday, 24 December 2018

Bagaimana cara membuat nasi goreng korea

Nasi Goreng Korea

Nasi goreng Korea atau yang sering disebut Bokgeumbap oleh para pecinta Kpop ini ternyata kurang lebih proses pembuatannya sama dengan nasi goreng bervariasi lainnya yang ada di Indonesia. Namun karena Korea sangat identik dengan kimchi, nasi goreng ini bisa pula dipadukan dengan tambahan kimchi supaya versi Korea dari nasi goreng ini bisa sangat memuaskan para pecintanya.
Untuk penyajian nasi goreng ini, beberapa orang menyukai sajian yang penuh dengan wijen yang sudah disangrai sebelumnya. Oleh karena itu kali ini resep nasi goreng Korea ini akan menggunakan penyajian dengan wijen sangrai.
nasgorkorea

Bahan yang dibutuhkan untuk nasi:

  • 1 sendok makan mentega
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 batang daun bawang kecil
  • ½ buah wortel dipotong dadu
  • 2 piring nasi putih

Bumbu halus:

  • 1 buah bawang Bombay dipotong dadu
  • 150 gram udang dikupas
  • 1 buah wortel dipotong dadu
  • 1 buah cabai hijau diiris bulat
  • ½ sendok teh penyedap rasa (optional)
  • ¼ sendok teh lada bubuk
  • ½ sendok teh minyak wijen
  • 1 sendok makan madu
  • ½ sendok makan kecap ikan
  • 1 sendok makan saus lada hitam
  • 1 sendok the wijen, sangrai
nasi goreng korea
nasi goreng ala korea

Cara Membuat Nasi Goreng Korea:

Panaskan mentega, tumis bawang putih, hingga harum, masukkan nasi, wortel, daun bawang. Aduk rata, masak hingga matang. Angkat, sisihkan.
Panaskan minyak, tumis bawang Bombay hingga harum, masukkan udang, wortel, saus lada, penyedap rasa, lada, kecap ikan, madu, minyak wijen, cabai hijau. Aduk rata, angkat
Nasi goreng Korea sudah siap dihidangkan dengan taburan wijen.

Saturday, 15 December 2018

History of chocolate

History of chocolate
chocolate

History of chocolate

COKLAT mendengar namanya saja pasti sudah terbayang dengan rasa manisnya coklat,coklat banyak disukai baik dalam ataupun luar negri ,diseluruh negara,..
Tahukah anda dengan sejarah  cokelat?
Yuk kita simak ulasan dan sejarah coklat
COKELAT adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao).
Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.
Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.
Menurut sejarahnya Cokelat pada awalnya diminum dan tidak dimakan.
Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Mayameminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.
Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.
Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperoleh. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoamenjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.
Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah avokad seharga tiga biji kokoa.
Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyolmembawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.
Cokelat cair.
Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Dan resep es coklat pertama diketahui berasal dari Inggris pada tahun 1668.
Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara.
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natriumagar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Dokumentasi dari berbagi sumber
sejarah coklat
coklat

Resep dan cara membuat bubur ayam yang enak


Salah satu ciri khas bubur ayam Cirebon adalah dari kuah kaldunya yang berwarna kuning dan gurih. Potongan cakwe pun menjadi salah satu daya tarik bubur Cirebon dibandingkan dengan bubur lainnya.

Sudah pasti berbagai sate jeroan menjadi lauk pendamping yang mengenyangkan seperti sate usus, sate ampela, sate ati atau sate telur puyuhnya.Bubur ayam salah satu makanan yang berbahan utama beras ini,banyak digemari semua kalangan baik muda ataupun orang tua.





Langsung saja kita simak resepnya berikut ini

Resep BUBUR AYAM
Bahan-bahan:

500 gram beras
Secukupnya garam
Secukupnya air
Secukupnya santan sedang
4 lembar daun salam

Kuah bubur ayam:

500 gram dada ayam
800 ml air
3 cm lengkuas geprek
1 sereh geprek
4 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
Secukupnya garam, gula dan kaldu bubuk

Bumbu halus:

8 buah bawang merah
6 siung bawang putih
1 ruas jahe
Sejempol kunyit
3 butir kemiri
1/2 sdt merica
1 sdt ketumbar

Pelengkap bubur:

1 batang daun bawang iris
Kedelai goreng
Kerupuk
Bawang goreng
Sambal cabe rawit
Kecap manis, kecap asin

Cara membuat:

Masak beras, bersama secukupnya air, santan, daun salam dan garam. Sambil sesekali diaduk dan mengental menjadi bubur. Matikan api.

Kuah bubur ayam:
Tumis bumbu halus, daun salam, sereh, daun jeruk dan lengkuas sampai harum.
Masukan ayam, masak sampai ayam berubah warna.
Kemudian tambahkan air, garam, gula dan kaldu bubuk, masak sampai ayam matang dan bumbu meresap. Koreksi rasa.
Matikan api.
Angkat ayam, kemudian goreng ayam sebentar. Angkat, suwir-suwir ayam.

Penyajian:
Tata bubur dalam mangkuk, beri suwiran ayam, kedelai goreng, irisan daun bawang. Siram dengan kuah. Taburi dgn bawang goreng. Sajikan dgn kerupuk, kecap manis, kecap asin dan sambal.

Demikian resep dan cara membuat bubur ayam


Top